Selamat Belajar, Berjuang dan Bertaqwa rekandan rekanita IPNU-IPPNU Kalitengah

Pengurus anak cabang IPNU kalitengah periode 2012-2014

Selasa, 21 Agustus 2012

                                                   




SUSUNAN PENGURUS IPNU
PIMPINAN ANAK CABANG KALITENGAH
PRIODE 2012-2014
Sekretariat : Jalan Mahkota 18. Kuluran Kecamatan Kalitengah Kab. Lamongan 62255

 

Pelindung                                            : MWC NU Kalitengah

Pembina                                              : 1. K. MISBAHUL MUNIR
             2. Drs. M. HADI PURWANTO
               

Ketua Umum                                     : AHSANUDDIN
Ketua I                                                : AGUS PRIYANTO, S.Pd.
Ketua II                                               : SYARIFUDIN    
Ketua III                                              : A. FAKHRI AZHARI               

Sekretaris                                           : M. NUR HUDA
Wakil Sekretaris                                    : FAISOL AMIN 

Bendahara                                          : KISWANDI
Wakil Bendahara                                   : MOH. MAHFUDZ, S.Com. 

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN:
1.         Pembinaan dan Pengembangan Organisasi
Koordinator                              : EKO ADI SAPUTRA
Anggota                                    : 1. ACHMAD JUNAIDI
                                                   2. KHOIRUL ANAM
                                                   3. A. NAFI’ ANHAR ABID, SE.
                                                        
2.         Pembinaan dan Pengembangan Kader
Koorninator                              : SYAEAN NURIYADI          
Anggota                                    : 1. AHMAD RIFAI            
                                                   2. TAUFIK  EFENDI         
                                                   3. FAUZAN
                      
3.         Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
Koordinator                              : ALI IRFANDI
Anggota                                    : 1. SISWANTO
                                                   2. TAUFIQILLAH
                                                   3. ATHO’ILLAH FATIH
                                                        
4.         Media Informasi dan Pers.
Koordinator                              : ACHMAD HADI SUYANTO
Anggota                                    : 1. NASIHUL AMIN
                                                   2. AGUS NUR JAMIL
                                                   3. MIFTAHUL ULUM
                                                        
LEMBAGA-LEMBAGA:
1.         Penelitian dan Pengembangan IPNU
Koordinator                              : M. NASIKHUL AMIN
Anggota                                    : 1. ZAINAL ABIDIN (DONDOMAN)
        2.    DLIYAUL KHOIR
        3.    ACH. DAVID
                                                      
2.         Corp Brigade Pembangunan
Koorninator                              : AGUNG SUSILO 
Anggota                                    : 1. AHMAD. SUSANTO
                                                   2. ZAINAL ABIDN
                                                          3. AHMAD REZQI

Tasyakuran terpilihnya ketua IPNU-IPPNU periode 2012-2014

Rabu, 15 Agustus 2012

Organisasi

Manajemen bukanlah ilmu murni, tetapi merupakan aplikasi science induknya adalah Ilmu Administrasi. Istilah manajemen sendiri bisa berarti macam-macam meskipun ilmu manajemen sering diartikan sebagai ilmu pengelolaan. Pada materi ini akan kita batasi artinya dalam pengertian yang umum, yaitu suatu proses pengelolaan kegiatan dari suatu program. Adapun 3 unsur pokok manajemen adalah: 1. Administrasi 2. Organisasi 3. Manajemen (itu sendiri) Administrasi secara sempit diartikan sebagai suatu usaha, pengarsipan, tulis menulis, catat mencatat, dll. Administrasi secara luas dibagi atas administrasi pemerintahan dan swasta. Proses administrasi sendiri sering diartikan sebagai satu bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih. Sedang pada penjabaran yang lebih luas dengan banyaknya anggota yang dihimpun untuk mencapai tujuan yang lebih besar diperlukan tempat/wadah yang disebut organisasi. Jadi pengertian organisasi adalah Suatu tempat atau wadah yang dapat dipakai oleh anggota untuk menghimpun para anggota dalam mencapai tujuan yang lebihh besar. Langkah-langkah penyusunan organisasi 1. Job Analysis 2. Reqruitment 3. Job description Organisasi dibagi 2: 1. Formal, adalah suatu wadah yang di dalamnya terdapat susunan kepengurusan terstruktur dan masing-masing mempunyai tugas yang jelas dan program yang sistematis (di kalangan NU umumnya disebut jam’iyyah). 2. Non Formal, adalah wadah orang-orang yang mempunyai tujuan bersama namun tidak mempunyai struktur yang baku, dan tidak ada tugas yang sistematis. (di kalangan NU umumnya disebut jama’ah). Biasanya organisasi formal akan memberikan perubahan terhadap anggotanya, juga perubahan sosial terhadap organisasi sendiri antara lain: · Perubahan peranan dan tujuan organisasi · Membesarnya ukuran dan kompleksitas organisasi · Tujuan organisasi menjadi lebih komplek dan sukar · Penggunaan teknologi yang maju · Adanya bentuk organisasi yang baru · Perubahan pandangan terhadap manusia Manajemen diartikan sebagai ilmu pengelolaan (seperti yang tersebut di atas) memiliki beberapa komponen 5M, yaitu: Man, Method, Money, Machine, dan Material. Secara umum fungsi-fungsi pokok manajemen dirumuskan oleh George Terry sebagai 4P, yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating), dan Pengendalian (Controlling). Tetapi banyak juga para ahli yang lain yang mempunyai pendapat berbeda tentang fungsi-fungsi manajemen, meskipun pada intinya sama. Hanya ada beberapa tambahan atau pengurangan dalam beberapa hal. Fungsi-fungsi pokok dari manajemen yang harus dilaksanakan adalah: 1. Planning (merencanakan), merancang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembentukan suatu badan, termasuk di dalamnya survey kebutuhan dan rancang bangun media yang digunakan serta jadwal kerja dan teknis administrasi. 2. Organizing (mengorganisasi), membentuk kelompok yang sekaligus memberi pembagian kerja antar anggota kelompok. 3. Actuating (melaksanakan), sudah merupakan fungsi langsung dari suatu proses. Pada tahapan ini sesungguhnya tanggung jawab para anggota sudah mulai dirasakan manfaatnya. 4. Controlling (mengendalikan), mengamati jalannya proses yang terjadi dari pelaksanaan yang ada untuk kemudian memberi masukan atau melakukan perbaikan (evaluasi).

PERAN IPNU DAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

Kembalinya Ikatan Putra Nahdlatul Ulama ke Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang di hasilkan pada kongres di Surabaya XIV tahun 2003 dan di mantapkan pada kongres di Jakarta tahun 2006, menjadi prasasti sejarah bagi era baru perjuangan IPNU merambah dunia pendidikan. Implikasi dari perubahan orientasi kembali ke pelajar adalah memperjuangkan terpenuhinya hak-hak pelajar. Tidak sekedar melakukan proses kaderisasi melalui institusi pendidikan, lebih dari sekedar itu harus terumuskan pula secara filosofi, strategi memperjuangkan dunia pendidikan Indonesia di era globalisasi saat ini. Dunia pendidikan saat ini memasuki ruang kehawatiran (gelap), pribadi pendidikan di negeri ini dis-orientasi, akibatnya target pendidikan kehilangan arah. Mulai dari regulasi yang tidak berpihak pada rakyat, kurikulum yang tidak konstektual, manajemen yang tidak transparan, serta sarana prasarana yang tidak memadai. Pola pikir masyarat saat ini beruba orentasi tentang makna pendidikan, masyarakat sekarang instan berpikir tentang pendidikan. Pendidikan (sekolah atau kuliah) semata hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Disinilah bangunan berpikir masyarakat kita telah berorentasi pada pasar. Tujuan pendidikan menjadi dangkal, karena hanya berorentasi pada kerja sesuai dengan pangsa pasar. Sementara, makna proses dari pembelajaran untuk mengasah kreativitas dalam karangka ilmiah dan akademik semakin kabur. Hal ini lebih disebabkan oleh nalar berpikir masyarakat kita yang pragmatis sebagai konsekuensi dari keberhasilan kapitalisme di negara dunia ketiga (baca:negara berkembang). Pendidikan menjadi aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena dengan pendidikan, masyarakat akan tercerahkan, ”melek” pengetahuan dan mampu mencipta dan berkreasi untuk perubahan menuju keadaan yang lebih baik atas negeri ini. Patut disayangkan, upaya menuju tercapainya cita-cita pendidikan tersebut terseret arus globalisasi, yang sekali lagi justru mengerdilkan makna pendidikan. IPNU harus mampu menyelami ruang batin dunia pendidikan kita. Tanggung jawab sejarah tersebut harus terus diperjuangkan jika tidak ingin organisasi kepelajaran ini dianggap latah dalam menghadapi tantangan global. Lantas, dengan apa IPNU akan bergerak? Paling tidak, IPNU memiliki basis ideologi yang kaya. Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) seharusnya mampu menjadi semangat perjuangan untuk mendapatkan hak-hak pendidikan bagi pelajar Indonesia

MARS IPPNU

Selasa, 14 Agustus 2012


MARS IPPNU
Lagu: M. Embut
Lirik : Mahbub Junaidi

Tempo Demarcia
Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada Tuhan
Tegak kepala lawan derita
Di malam yang sepi
Di pagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Di malam yang hening
Di hati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga di taman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa negeri

MARS IPNU


MARS IPNU

Cipt: Drs. Shomuri
Bersemangat 2/4 c=1
Wahai putra Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Di bawah kibaran panji IPNU
Ayo hai putra Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam negara Indonesia
Tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertakwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai putra Islam jaya
Tunaikanlah kewajibanmu yang mulia
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat Tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur

SEJARAH IPNU - IPPNU (KE-IPNU-IPPNU-AN)

A. Sejarah Berdirinya IPNU-IPPNU

1. Periode Perintis
Munculnya organisasi IPNU-IPPNU adalah bermula dari adanya jam’iyahyang bersifat local atau kedaerahan, wadah yang berupa kumpulan pelajar dan pesantren yang kesemuanya dikelola dan diasuh oleh ulama’. Jam’iyah tersebut tumbuh dan berkembang diberbagai daerah hamper diseluruh belahan bumi Indonesia misalnya jam’iyah dzibaan, yasinan dll, yang kesemuanya memiliki jalur tertentu dan satu sama lain tidak berhubungan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan nama yang terjadi didaerah masing-masing, mengingat lahirnya pun atas inisiataf sendiri-sendiri.
Di Surabaya putra dan putri Nahdlotul Ulama’ mendirikan perkumpulan yang diberi nama Tsamrotul Mustafidzin pada tahun 1936. Tiga tahun kemudian tahun 1939 lahi persatuan santri Nahdlotul Ulama’ atau PERSANU. Tahun 1941 lahir persatuan murid NO (PERMONO) pada saat itu bangsa indonesia mengalami pergolakan melawan penjajah jepang. Sehingga terbentuk IMANU atau Ikatan Murid Nahdlotul Ulama’ di kota malang pada tahun 1945.

Di Madura berdiri Ijtimaut Tholabiyah pada tahun 1945. Meskipun bersifat pelajar keenam Jam’iyah atau perkumpulan tersebut tidak berdiam diri, ikut pula dalam perjuangan melawan penjajah.
Tahun 1950 di Semarang berdiri ikatan Mubaligh Nahdlotul Ulama’ dengan anggota masih remaja. Pada tahun 1953 di Kediri berdiri PERPANU (Persatuan Pelajar Nahdlotul Ulama’) pada tahun yang sama di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’ (IPNU) pada tahun 1954 di Medan berdiri Ikatan Pelajar Mahdlotul Ulama’ (IPNU) dan masih banyak yang tak tercantum dalan naskah ini.
Titik awal inilah yang menginspirasi para perintis pendiri IPNU-IPPNU untuk menyatukan langkah dalam satu perkumpulan.
2. Periode Kelahiran
Aspek-aspek yang melatar belakangi IPNU-IPPNU berdiri antara lain:
a. Aspek Ideologis
Indonesia mayoritas penduduknya adalah beragama islam dan berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah, sehingga untuk melestarikan faham tersebut perlu di siapkan kader-kader penerus yang nantinya mampu mengkoordinir, mengamalkan dan mempertahankan faham tersebut dalam bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama.
b. Aspek Paedagogis / Pendidikan
Adanya keinginan untuk menjembatani kesenjangan antara pelajar umum dan pelajar pesantren.
c. Aspek Sosiologis
Adanya persamaan tujuan, kesadaran dan keikhlasan akan pentingnya suatu wadah pembinaan bagi generasi penerus para ulama’ dan penerus perjuangan bangsa.
Gagasan untuk menyatukan langkah tersebut dalam muktamar ma’arif pada tanggal 20 jumadil akhir 1373 H, bertepatan dengan tanggal 24 pebruari 1954 di Semarang. Usulan ini dipelopori oleh pelajar-pelajar dari Yogyakarta, Solo dan Semarang yang diwakili oleh Sofyan Cholil Mushal, Abd. Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan Tolkhah Mansur. Muktamar menerima usulan tersebut dengan suara bulat dan mufakat dilahirkan oleh suatu organisasi yang bernama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’) dengan ketua M. Tolchah Mansur serta pada tanggal itu ditetapkan hari lahir IPNU.
Lahirnya IPNU merupakan organisasi termuda dilingkungan Nahdlotul Ulama’. Sebagai langkah awal untuk memasyarakatkan IPNU, maka pada tanggal 29 April sampai 1 Mei 1954 diadakan pertemuan di Surakarta yang dikenal dengan Kolida / pertemuan lima daerah yaitu meliputi Yogyakarta, Semarang, Kediri, Surakarta, dan Jombang, menetapkan sebagai pucuk pimpinan sekarang pimpinan pusat serta merencanakan usaha untuk mendapatkan legitimasi dari Nahdlotul Ulama’ secara formal. Usaha mencari legitimasi ini diwujudkan dengan mengirimkan delegasi pada Muktamar UN ke X di Surabaya pada tanggal 8-14 September 1954. Delegasi tersebut dipimpin oleh M. Tolchah Mansur, Abdul Ghani, Farida Ahmad dengan perjuangan yang optimal akhirnya IPNU mendapat pengakuan dengan syarat beranggotakan putra saja, sedangkan putri akan diadakan organisasi tersendiri.
Pada tanggal 28 Pebruari sampai 3 Mart 1955 IPNU mengadakan konggres pertama di Malang, bersamaan itu pula di Solo terbentuklah Ikatan Pelajar Putri Nahdlotul Ulama’ (IPPNU) tepatnya pada tanggal 2 Maret 1955, dan pada tanggal itu pula ditetapkan sebagai hari lahir IPPNU.
Status IPNU-IPPNU dari konggres I sampai VI masih merupakan anak asuh LP Ma’arif, baru kemudian setelah konggres VI di Surabaya tanggal 20 Agustus 1966, IPNU-IPPNU meminta hak otonom pada Nahdlotul Ulama’ dengan maksud agar dapat mengatur rumah tangganya sendiri. Pengakuan otonom ini diberikan dalam Muktamar Nahdlotul Ulama’ di Bandung pada tahun 1967 yang dicantumkan dalam AD / ART Nahdlotul Ulama’ pasal 10 ayat 1 dan 9 dalam Muktamar Nahdlotul Ulama’ di Semarang tahun 1979, status IPNU-IPPNU terdapat pada pasal 2 AD Nahdlotul Ulama’.
B. Perubahan Besar IPNU-IPPNU
Perubahan mendasar dengan merubah akronim dari awal berdiri sampai sekarang telah mengalami tig kali. Hal ini dikarenakan oleh situasi dan kondisi yang berkembang, pengaruh eksternal terhadap perubahan tak bisa dinafikan. Ekses politik yang berasal dari bias ketakutan penguasa terlihat jelas.
Eksistensi IPNU-IPPNU memang tidak bisa dilepaskan dari desain Nahdlotul Ulama’, termasuk ekses dari Improvisasi Politik Nahdlotul Ulama’ ketika menjadi partai politik (1954-1984). Puncaknya ketika Orde Baru berusaha menancapkan Hegemoni kekuasaannya di sektor pendidikan, IPNU
dipaksa memisahkan diri dari lembaga pendidikan sebagai basis utamanya. Maka pada konggres X di Jombang, IPNU terpaksa mengubah kepanjangan akronim menjadi Ikatan Putra Nahdlotul Ulama’. Perubahan nama ini membawa konsekuensi pada perubahan Orientasi dan bidang garap (IPNU-IPPNU) Nahdlotul Ulama’.
Ketika gerakan rakyat berhasil melahirkan (pinjam bahasa) reformasi pada tahun 1998 dan mengakibatkan terbukanya kran kebebasan ekspresi rakyat, muncul “Desakan” untuk menegaskan kembali orientasi gerakan IPNU seperti mandat dan misi awal berdiri. Dalam perspektif Nahdlotul Ulama’, penegasan orientasi IPNU dilakukan pertama kali dengan mengembalikan akronim IPNU seperti pada awal berdirinya, menjadi Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama’. Keputusan tersebut telah ditetapkan dalam konggres XIV IPNU di Surabaya, tanggal 19-24 Juni 2003.
C. Citra Diri IPNU-IPPNU
a. Hakikat IPNU-IPPNU
IPNU-IPPNU adalah wadah perjuangan putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk mensosialisasikan komitmen nilai-nilai kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran dalam upaya penggalian dan pembinaan potensi sumber daya anggota, yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran islam Ahlussunah Wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan pancasila UUD ’45.
b. Orientasi
Orientasi IPNU-IPPNU berpijak pada kesemestaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan dan zona keterpelajaran dengan kaidah “belajar, berjuang, dan bertaqwa”, yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, kekaderan, dan keterpelajaran.
- Wawasan Kebangsaan
Yaitu wawasan yang dijiwai oleh azaz kerakyatan yang dipimpin oleh hikmay kebijaksanaan, yang mengakui kebinekaan sosial budaya, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Hakekat dan martabat manusia yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan Negara berlandaskan prinsip keadilan persamaan dan demokrasi.
- Wawasan Keislaman
Yaitu menempatkan ajaran agama islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia. Ajaran islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin yang menyempurnakan dan memperbaiki nilai-nilai kemanusiaan. Karwena itu dalam bermasyarakat haruslah bersikap Tawashut dan I’tidal, menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat, bersikap membangun dan menghindari laku Tathoruf (Ekstrem, melaksanakan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kedzoliman), Tasamuh manusia dan lingkungan, amar ma’ruf nahi munkar, memiliki kecenderungan untuk melakukan usaha perbaikan serta mencegah terjadinya kerusakan harkat kemanusiaan dan kerusakan lingkunga, mandiri, bebas, terbuka dan bertanggung jawab dalam berfikir, bersikap dan bertindak.
- Wawasan Keilmuan
Menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader, agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi, cita-cita perjuangan dan organisasi, bertanggungjawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi, juga diharapkan dapat membentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran islam ala Ahlussunah Wal Jama’ah, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuan, serta memiliki kemampuan mengembangkan organisasi kepemimpinan, kemandirian dan kepopuleran.
- Wawasan Keterpelajaran
Wawasan yang menempatkan Organisasi dan anggota pada pemantapan diri sebagai Center Of Excellence pemberdayaan sumberdaya manusia terdidik dn berilmu, berkeahlian dan visioner yang diikuti kejelasan misi sucinya, sekaligus strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi munkar. Wawasan ini meniscayakan karakteristik organisasi dan anggotanya untuk senantiasa memiliki hasrat ingin tahu, belajar tarus menerus dan mencintai masyarakat belajar. Mempelajari daya analisis, daya sistesis pemikiran, agar dapat membaca realitas dan dinamika kehidupan yang sesungguhnya, terbuka menerima perubahan, pandangan dan cara-cara barun pendapat baru serta pendapat yang berbeda, menjunjung tinggi nilai, norma, kaidah dan tradisi serta sejarah keilmuan serta berorientasi kemasa depan.
D. Posisi IPNU-IPPNU
 Intern
IPNU-IPPNU sebagai perangkat dan badan otonom Nahdlotul Ulama’, secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain, yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan Nahdlotul Ulama’, khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Masing-masing badan otonom hanya dapat dibedakan dengan melihat orientasi target group (kelompok binaan) dan bidang garapan masing-masing.
 Ekstern
IPNU-IPPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia, yang memiliki tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan Negara republic Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuangan Nahdlotul Ulama’ serta cita-cita bangsa Indonesia.
 Fungsi
IPNU-IPPNU berfungsi sebagai :
1. Wadah berhimpun putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk melanjutkan semangat dan nilai-nilai Nahdliyah.
2. Wadah komunikasi pura dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk menggalang ukhuwah islamiyah dan mengembangkan syari’at islam.
3. Wadah kaderisasi putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
4. Wadah aktualisasi putra dan Putri UN dalam pelaksanaan dan pengembangan syari’at islam.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran panggilan dan pembinaan (target group) IPNU-IPPNU adalah setiap putra dan putri bangsa yang syarat keanggotaan, debagaimana ketentuan dalam PADA dan PRT IPNU-IPPNU.
E. Sikap dan Nilai
Sikap dan nilai-nilai yang harus dikembangkan anggota IPNU-IPNU adalah sikap dasar keagamaan dan nilai-nilai yang bersumber dari sikap kemasyarakatan Nahdlotul Ulama’ yaitu :
a. Menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran islam
b. Mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi
c. Menjunjung tinggi sikap keikhlasan dalam berkhidmat dan berjuang
d. Menjunjung tinggi persaudaraan (al-Ukhuwah), persatuan (al-Ittihad) serta kadis mengasihi
e. Meluhurkan kemuliaan moral (al-Akhlakul Karimah) dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-Shidqu) dalam berpikir,bersikap dan bertindak
f. Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa dan Negara
g. Menjunjung tinggi nilai-nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah sebagai ibadah kepada Allah SWT
h. Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan ahli-ahlinya
Selalu bersikap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia.

Senin, 06 Agustus 2012

cbox

close